Warga Harus Telanjang Tangkap Babi Ngepet

Polres Metro Depok pun menangkap satu pelaku berinisial AI, yang diduga merupakan otak dari penyebaran berita bohong soal babi ngepet. Kemudian orang berjubah tersebut duduk dan setelah di tunggu selama 1,5 jam orang tersebut berubah menjadi babi hutan, warna hitam , menggunakan kalung dengan ikat kepala merah. Martalih mengatakan, teror babi ngepet sudah terjadi sejak tiga bulan lalu dan banyak warga yang kehilangan uang mulai dari Rp 900 ribu hingga Rp 2 juta. Sebelumnya, babi ngepet ini sudah pernah ditangkap sebulan yang lalu karena sempat meresahkan warga. Abdul juga menjelaskan kejadian ini sudah pernah terjadi beberapa kali. Ia juga berharap warga yang merasa kehilangan barang untuk segera melaporkannya.

Sebagai catatan, lokasi warga jauh dari habitat babi, Sawangan gitu loh. “Memang dengan cara telanjang menangkapnya, karena itu syaratnya. Sebelumnya kami sempat menangkap dengan cara tidak telanjang tetapi gagal,” ujar Martalih. Dipercaya juga, untuk mendapatkan pesugihan jenis ini, orang harus berkorban. Kepala dan badan babi dibungkus menggunakan kain yang digunakan dari hasil penyembelihan dan penangkapan. “Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak,” ujar Suhanda.

Selain itu, menurut Mbah Mijan, babi ngepet juga memiliki ciri di sekitar pusarnya. Demikianlah kabar ini muncul dan membesar sehingga menarik perhatian publik yang lebih luas. Kemudian warga bahkan dipungut biaya untuk dapat melihat makam babi.

Dalam video itu terlihat seekor babi yang memiliki bentuk tak layak. Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyebut daerah Sawangan togel hongķong memang kental dengan hal-hal mistik. Imam menyebut masyarakat Depok seharusnya tidak usah percaya persoalan babi ngepet tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keberadaan babi tersebut awalnya diketahui seorang warga bernama Hari di Kampung Rinjani, Mojosongo Jebres. Seekor babi aneh dilihatnya mondar-mandir dan masuk ke rumah warga. Dalam video klarifikasi itu, dia meminta maaf atas pernyataannya dalam potongan video yang viral karena menuding tetangganya ikut pesugihan babi ngepet. Bahkan sekarang video tersebut mulai tersebar di media sosial hingga ke grup WhatsApp. Namun dengan adanya keterangan resmi dari Kankemenag Muratara, diharapkan warga tidak mempercayai video yang viral tersebut.

Menurutnya, pemilik rumah juga mengaku bahwa sebelum mendapati si babi, mereka tengah kehilangan uang sebesar Rp 5 juta. Bahkan, seorang warga setempat, Arif, yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan, pemilik rumah yang pertama kali temukan babi itu mengaku tidak mengetahui dari mana datangnya binatang ini. Dengan beredarnya isu babi ngepet di Depok, paranormal Mbah Mijan mengungkap ciri-ciri dari salah satu bentuk pesugihan ini. Dalam proses penangkapannya, orang-orang yang terlibat harus telanjang bulat agar bisa melihat wujud asli dari babi ngepet itu. Kemudian tokoh masyarakat atau tokoh Agama di sekitar melakukan pertemuan dan berupaya untuk menangkap dengan cara melakukan wirid. Kemudian, pada warga yang menangkap ia mengimbau terkait dengan penanganan akhirnya disepakti babi itu untuk dieksekusi siang hari dan dimakamkan di sekitaran rumah yang melakukan penangkapan.

DEPOK, KOMPAS.TV – Kasus babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok yang viral di media sosial akhirnya terkuak. Isu babi ngepet ini ternyata palsu alias hanya rekayasa yang dilakukan oleh warga. Menurut dia, warga yang tidak melepas pakaian tidak bisa melihat mahluk itu. Dan benar saja, pukul 00.20 Senin didi hari, babi ngepet itu berhasil ditangkap dan kini dikandangi di rumah warga.

Babi ngepet ditemukan warga

Sementara itu, Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar menegaskan, kalau Ibu Wati tidak ikut dalam rekayasa babi ngepet yang dibuat tersangka dengan eight temannya itu. Meski telah menyampaikan permohonan maaf, warga masih tidak terima dengan pernyataan ibu Wati. Mereka meminta si ibu tersebut pergi meninggalkan wilayah tersebut. “Semua berjalan dalam keadaan yang salah. Saya akui itu kesalahan yang deadly,” tukasnya. Dia juga sangat menyayangkan warga memperlakukan babi itu seperti manusia lantaran karena jinak. Terlebih lagi mayoritas warga beragama Islam yang notabene hukumnya haram.

Martalih melanjutkan, penangkapan babi ngepet dilakukan Selasa (27/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, dilakukan dengan cara telanjang dan dilakukan oleh sebanyak delapan orang. Dalam tayangan video yang tengah viral tersebut, warga juga berupaya menangkap babi menggunakan seutas tali dan tongkat. Selain menangkap babi yang tengah asyik tidur di atas kasus busa, warga juga menemukan masker di kepla babi. Terbongkarnya penipuan babi ngepet oleh pelaku AL otomatis membantah tudingan Bu Wati. Namun, warga masih tidak terima meski Wati meminta maaf dan memintanya pergi meninggalkan wilayah tersebut.